selayaknya mereka berkata bahagia
dengan penuh sukma rindu
terlihat kerutnya kata
mata memandang menanti,
tanda rasa rindu
dilihatnya
mengenang, pa itu tawa
mengayam, membuat tubuhya tergerak
tertawa
penuh sembab rindu
di kursi goyang
beliau, melihat mereka berkata bahagia
jiwa membayang jauh berada
kembali tertawa
"cu...., dulu kakek pernah bahagia, bersama teman-teman kakek....."
beliau menunjukkan aku
di atas langit
tangannya menuntun pandanganku
menunjuk salah satu awan berongga
"cu...,,, apakah angkasa masih mengingatnya?"
. aku terdiam amat lama.
. terdiam menatap suara tak mau bersua.....
. ku terdiam...
. aku tak tau apalah jawab untuk itu semua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar