Gelas yang kosong
Di tanah kering kerontang
Pohon tanpa daun
Panas terbawa angin
Menuggu hujan tiba
Pawang hujan datang memberi jalan
Berucap pada Angkasa
Angkasa diam
Sang pawang pergi
Gelas menunggu terisi
Dukun tua menyalakan api
Mentaburkan bunga tujuh rupa
Tanah menolaknya
Sang pawang tak percaya diri
Hingga gelas menjadi tua
Tanpa isi terpecah
Tanpa memberikan lagi arti
Berbeda dengan gelas berlari menuju lautan biru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar